|
 |
|
EKSTRAK SIRSAK |
Secara ilmiah mengatasi kanker servik, payudara,
prostat, paru-paru, ginjal, pankreas dan usus besar.
Membunuh sel kanker 10.000 x kemoterapi,
tanpa menyerang sel-sel lain yang normal
dalam tubuh
Menambah kekebalan tubuh, mencegah asam urat.
Menambah jumlah dan memperkuat sperma
Mengeliminasi radikal bebas, mengeringkan sel
kanker, menyembuhkan peradangan didalam tubuh seperti
Tenggorokan, usus, pencernaan, ambeien , meningkatkan
stamina.
Mengatasi bronkhitis dan kejang
|
|








|
|
|
KANKER menjadi momok banyak orang di
seluruh dunia hingga kini. Saat banyak penelitian dilakukan
untuk menemukan obat kanker terbaik, buah sirsak ternyata
menyimpan keunggulan ini.
Beberapa waktu lalu, Taman Wisata Mekarsari mengadakan demo
pengolahan daun sirsak yang diberikan secara gratis kepada
pengunjung untuk ke-12 kalinya. Kegiatan bertujuan
memberikan informasi bagaimana mengolah sirsak dengan baik
untuk dijadikan obat alternatif membunuh sel kanker.
Selain melihat langsung demo pengolahan daun sirsak,
pengunjung juga bisa melakukan tanya jawab seputar
pengobatan kanker secara herbal dan disuguhkan pengetahuan
menarik mengenai seluk beluk budidaya tanaman sirsak dan
pengolahan daun untuk obat herbal penyakit kanker. Penasaran
bagaimana sirsak mampu menjadi pembunuh sel kanker?

Setiap bagian sirsak bermanfaat
Nama sirsak berasal dari bahasa Belanda “zuur zak”, artinya
buah yang asam. Bagian tanaman mulai bunga, daun, buah,
biji, kulit, dan akar dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan
tradisional.
Pada awal 1990-an, ditemukan 34 senyawa Cytotoxic, pada daun
sirsak yang mampu menghambat hingga membunuh sel-sel tubuh
yang mengalami pertumbuhan tidak normal (sel kanker).
Senyawa ini memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan
dengan pengobatan kanker saat ini, antara lain membunuh
kanker secara efektif dan aman, tanpa menyebabkan rasa mual
dan muntah serta tanpa kehilangan berat badan maupun
kerontokan rambut dalam jumlah besar.
Daun sirsak diketahui mengandung zat annonaceous acetogenins
yang mampu 10.000 kali lebih kuat membunuh sel-sel kanker
daripada zat adriamycin, yang biasa dipakai dalam pengobatan
kemoterapi. Zat acetogenins dapat membunuh aneka jenis
kanker, seperti kanker usus, tiroid, prostat, paru-paru,
payudara, dan pankreas bahkan penyakit ambeien tanpa merusak
atau mengganggu sel-sel tubuh yang sehat. Hal ini telah
diteliti di Laboratorium Health Sciences Institute, Amerika
Serikat di bawah pengawasan the National Cancer Institute,
Amerika Serikat.
”Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi olahan daun sirsak
sebagai pengobatan terhadap kanker atau tumor, sebaiknya
konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau herbalis
tempat Anda selama ini melakukan pengobatan. Sebab,
dikhawatirkan Anda mempunyai alergi terhadap sirsak atau
obat yang selama ini Anda konsumsi berefek terbalik dengan
senyawa dalam daun sirsak,” jelas Stefanus, herbalis dari
Herbacure, dalam pemaparannya.
Cara pengolahan
Lebih lanjut, Stefanus dan Darmawan Tri Wibowo, ahli
budidaya tanaman sirsak dari Taman Wisata Mekarsari
memaparkan cara pengolahan daun sirsak untuk herbal pencegah
kanker, berikut ini:
1. Pada pengobatan kanker, daun sirsak (10-15 lembar)
direbus dengan 3 gelas air (600 cc) hingga tersisa 1 gelas
air rebusan. Pada saat merebus sebaiknya menggunakan kendi
atau panci yang terbuat dari tanah liat agar kemurnian zat
yang ada pada daun sirsak tetap terjaga. Air rebusan diminum
selagi hangat setiap hari, pagi atau sore hari selama 3-4
pekan.
”Perlu diperhatikan, pengambilan daun sirsak sebaiknya
dimulai dari daun ke-4 atau ke-5 dari ujung pucuk. Hal ini
dikarenakan pada daun yang terlalu muda, senyawa belum
banyak terbentuk. Sementara pada daun yang tua sudah mulai
rusak sehingga kadarnya berkurang.
2. Selain teknik pengolahan di atas, secara umum terdapat
pengolahan lain daun sirsak, yaitu dengan memanfaatkan daun
sirsak kering 10-15 lembar direbus dengan 2 gelas air (400
cc) sehingga tersisa 1 gelas air rebusan. Proses perebusan
membutuhkan waktu 1-1,5 jam saja, jadi lebih cepat prosesnya
dibanding cara di atas. Proses pengeringan sebaiknya tidak
dilakukan di bawah sinar matahari terik karena dikhawatirkan
akan merusak senyawa dalam daun sirsak.
”Daun sirsak kering memiliki senyawa yang tetap sama dengan
daun sirsak basah karena yang berkurang dalam proses
pengeringan hanya kadar airnya. Sementara, senyawa dalam
daun tetap terjaga. Penyimpanan daun sirsak dalam lemari
pendingin maksimal sepekan sejak pemetikan karena proses
pendinginan yang lama dikhawatirkan akan merusak senyawa
dalam daun selain aroma daun yang tidak enak karena proses
fermentasi.
3. Konsumsi daging buah sirsak segar
(150-250 gr/hari) dengan mengolahnya menjadi jus atau
dimakan langsung sangat disarankan. Daging buah sirsak
selain sebagai penambah energi (pada umumnya penderita
kanker/tumor kondisi badanya lemas /lesu) juga kaya serat
yang sangat membantu proses pengeluaran sel-sel kanker yang
telah mati akibat penyembuhan oleh senyawa acetogenins.
Ekskresi sel kanker yang mati bisa melalui keringat, urine,
dan feses sehingga umumnya terapi menggunakan herbal daun
sirsak sebagai pengobatan akan berefek hangat/panas pada
bagian tubuh yang sakit, sering kencing, dan berkeringat
deras. Cepat lambatnya reaksi tubuh terhadap penggobatan
atau efek samping pengobatan berbeda pada setiap orang
dipengaruhi oleh faktor, seperti usia, ketahanan tubuh
penderita, tingkat stadium kanker/tumor, dan jenis kanker
atau tumornya.
4. Pengolahan daun sirsak lainnya yaitu dengan cara
memblender 3-5 lembar daun sirsak basah dengan menambahkan ¼
gelas air (50 cc) air hangat untuk membantu proses
penghancuran. Sebelum diblender, daun sebaiknya dipotong
menjadi 3-4 bagian agar lebih cepat hancur. Setelah hancur,
masukkan daun ke wadah dengan penutup rapat, lalu tambahkan
1 gelas air panas ke dalamnya dan aduk sampai rata.
Tutup wadah dengan rapat agar panas tetap terjaga dan proses
ekstraksi senyawa dapat maksimal. Biarkan selama 15-20
menit, setelah itu saring olahan untuk diambil airnya dan
minum selagi hangat.
Bila tidak ada blender, pengolahan daun sirsak bisa juga
dengan cara digerus menggunakan cobek dengan teknik
pengolahan yang sama dengan cara diblender.
”Pengolahan dengan cara diblender atau digerus tidaklah
semaksimal ekstraksi senyawa daun sirsak dibandingkan dengan
teknik pertama (perebusan daun basah) dan teknik kedua
(perebusan daun kering), tetapi lebih efisien. Hasil olahan
pada kedua teknik umumnya beraroma langu yang cukup
menyengat. Untuk menekan aromanya bisa ditambahkan sedikit
perasan buah nanas atau buah lain yang lebih disukai. Dan
jangan menambahkan gula aren murni, madu, atau gula pasir
bila rasanya tidak Anda sukai, karena sudah melalui proses
kimiawi.
Reaksi pengobatan
Reaksi pengobatan menggunakan olahan daun sirsak umumnya
bereaksi setelah 3-7 hari setelah pengobatan secara rutin 3
kali sehari meskipun ada juga yang baru bereaksi setelah 1
bulan konsumsi rutin.
”Bila reaksi tidak ada, cek kembali secara detail, mulai
dari pemilihan alat dan bahan, teknik pengambilan daun, cara
pengolahan, bahkan teknik konsumsinya apakah rutin atau
tidak, karena semua merupakan satu kesatuan yang wajib
dipenuhi agar hasilnya maksimal.
Ia menambahkan, cek kondisi penyakit Anda sebelum pengobatan
dan periksa kembali dua pekan setelah pengobatan untuk
melihat sejauh mana reaksi pengobatan dengan metode ini.
Bila tidak ada pengaruh selama dua bulan konsumsi, padahal
sudah menjalankan pengolahan dengan benar, maka pengobatan
dengan olahan daun sirsak ini bisa ditingggalkan.
”Untuk penderita maag yang khawatir asam lambungnya naik
karena konsumsi buah sirsak yang agak asam, sebaiknya
mengonsumsi buah 1 jam setelah makan. Bila menderita sakit
maag yang cukup akut, konsumsi buahnya bisa dilakukan dengan
cara mengukus daging sirsak terlebih dahulu agar rasa asam
berkurang |