|
 |
|
EKSTRAK SIRSAK |
Secara ilmiah mengatasi kanker servik, payudara,
prostat, paru-paru, ginjal, pankreas dan usus besar.
Membunuh sel kanker 10.000 x kemoterapi,
tanpa menyerang sel-sel lain yang normal
dalam tubuh
Menambah kekebalan tubuh, mencegah asam urat.
Menambah jumlah dan memperkuat sperma
Mengeliminasi radikal bebas, mengeringkan sel
kanker, menyembuhkan peradangan didalam tubuh seperti
Tenggorokan, usus, pencernaan, ambeien , meningkatkan
stamina.
Mengatasi bronkhitis dan kejang
|
|





 |
|
|

Seperti pada pengobatan alternatif herbal, khasiat daun
sirsak sebagai pilihan pengobatan kanker juga kerap masih
diperdebatkan. Hal ini dapat dimaklumi karena umumnya belum
banyak hasil penelitian ilmiah yang mendalami bahan-bahan
herbal, seperti daun sirsak ini. Namun biasanya karena
pertimbangan biaya, dan faktanya di Indonesia kaya hayati
ini pengobatan berbahan herbal dapat jauh lebih murah
dibandingkan pengobatan medis, pasien banyak yang mencoba
menjalani pengobatan dengan menggunakan bahan herbal. Walau
tanpa didukung penelitian ilmiah yang paripurna, tentunya
penggunaan bahan herbal masih semata-mata berdasarkan
pengalaman empirik mereka yang pernah mencobanya.
Berdasarkan majalah Trubus edisi Maret dan April
mengangkat dan mengupas manfaat daun sirsak sebagai topik
utama. Pembuktian empirik dan penelaahan ilmiah bahan herbal
ini didukung oleh pendapat beberapa praktisi medis serta
pengalaman dari beberapa orang yang telah merasakan khasiat
daun sirsak ini. Berikut ringkasannya.

Daun sirsak vs. kanker otak
Seorang ibu berusia 53 tahun divonis menderita kanker
otak dan telah menjalani pengobatan medis, baik obat medis,
operasi maupun kemoterapi. Ketika kondisi si ibu tak kunjung
membaik, saudara dekatnya memberikan ekstrak daun sirsak
yang disertai herbal lain seperti ramuan sambiloto. Yang
terakhir ini dipercaya dapat membantu meningkatkan sistem
kekebalan tubuh. Dosisnya tiga kapsul tiga kali sehari.
Dilaporkan perkembangan yang signifikan mulai tampak
setelah 12 hari mengkonsumsi ramuan herbal tersebut. Si ibu
sudah mulai dapat diajak berbicara, bahkan di wawancara, dan
mampu menggerakkan tangannya, sesuatu yang tidak mungkin
dilakukan saat masih menjalani pengobatan medis saja.
Daun sirsak vs. kanker usus
Seorang ayah 2 anak menderita kanker usus. Tumor sebesar
telur ayam tumbuh di usus besar, menghalangi keluarnya
kotoran. Hasil pemeriksaan pascaoperasi menunjukkan kanker
usus stadium 3b dan telah menjalar ke paru-paru dan liver.
Dengan nilai CEA tinggi, yang menandakan sel kanker kambuh
atau menyebar ke organ lain. Perubahan pola hidup yang
dilakukan, ramuan herbal tiongkok yang dikonsumsi, dan
bahkan 4 kali kemoterapi juga dijalankan, namun belum
mengubah kondisi pasien. Nilai CEA melambung terus sampai
98ng/ml (normal 5ng/ml) dan trombositpun ikut melorot ke
angka 67.000 (normal 150.000).
Dua pekan setelah mengkonsumsi ramuan herbal atau jamu
yang disarankan dari seorang herbalis, yang mengandung daun
sirsak, sambiloto, temu mangga dan kulit manggis, kadar CEA
pasien turun drastis jadi 60.66ng/ml dan trombosit naik
sampai 74.000. Dan satu bulan kemudian pada tes terakhir,
angka CEA tercatat jadi 41.42ng/ml dan trombosit normal.
Sampai saat ini pasien tetap mengkonsumsi ramuan daun sirsak
tersebut.
Daun sirsak vs. kanker payudara
Seorang
wanita 45 tahun dinyatakan menderita kanker payudara stadium
4, yang sudah menyebar ke organ-organ lain, dan kemoterapi
secara rutin disarankan oleh dokter yang menanganinya. Sang
pasien menolak dan memilih jalur herbal yang dianggapnya
bisa diandalkan untuk mengendalikan kanker. Namun ramuan
herbal China yang dikonsumsinya belum memperbaiki keadaan.
Sampai suatu saat seorang sahabatnya mendapatkan informasi
tentang manfaat daun sirsak.
Mulailah dia mengkonsumsi air rebusannya. 33 lembar daun
sirsak direbus dengan 9 gelas air sampai menjadi 3 gelas,
diminum pagi-siang-malam. Dengan diet dan perubahan pola
hidup juga dilakukannya. Hasilnya sebulan kemudian benjolan
di payudara mengecil dan sel-sel kanker yang telah menyebar
ke perut dan tangan menghilang.
Hampir sama dengan yang dialamai seorang wanita 64 tahun
dari tanjungpinang. Tahun 2004 didera kanker payudara dan
telah diangkat melalui operasi serta menjalani 3 kali kemo.
Hasilnya memuaskan karena tidak ada lagi tanda-tanda
hadirnya sang kanker, sampai pemeriksaan September 2010
kanker payudaranya dinyatakan kambuh. Lebih buruk lagi
dinyatakan stadium 4 padahal sebelumnya hanya di stadium 2.
Atas saran kerabatnya, sambil menjalani kemoterapi, si
ibu terus mengkonsumsi 2 gelas rebusan daun
sirsak dan segelas jus sirsak setiap hari. Hasilnya, setelah
6 kali kemo dibarengi konsumsi rutin rebusan daun sirsak,
pada Februari 2011, benjolan di payudara, leher dan ketiak
sirna.
|