|
Ini
adalah pendapat umum mengenai MLM. Di satu sisi, pendapat ini benar.
Jika tujuan utama di balik MLM adalah untuk merekrut orang, yaitu jika
uang pembayaran waktu bergabung, adalah satu-satunya sumber pembayar
bonus, maka tentu saja kegiatan MLM ini tidak benar.
Kubu Anti
MLM berpendapat bahwa tujuan utama MLM adalah untuk merekrut orang baru,
bukan untuk menjual barang. Yang tidak mereka mengerti adalah
MENDAFTARKAN ORANG BARU ADALAH CARA ANDA MENJUAL PRODUK DI MLM. Di
samping itu, Anda tetap bisa memperoleh penghasilan walaupun hanya jadi
pengecer produk dan jasa yang dijual.
Jika Anda
fokus hanya di penjualan, ini bukan MLM, hanya jualan cara biasa. MLM
bekerja berdasarkan proses yang berbeda dari sales biasa. Bukannya
mencari beberapa orang untuk menjual dalam volume besar sekaligus, Anda
mencari banyak orang dan masing-masing menjual dalam volume sedikit
(karena tiap orang menjual dalam jumlah kecil, pengunaan pribadi oleh
tiap distributor menyumbang peranan penting dari total volume
penjualan). Merekrut orang baru dan membangun downline adalah caranya
Anda mencari orang-orang yang masing-masing mengerjakan bagiannya dalam
proses penjualan. (Perhatikan : SETIAP orang melakukan kontribusi dari
total penjualan. BUKAN HANYA orang yang bergabung belakangan. Kontribusi
Anda bagi Upline secara perorangan hanya beberapa sampai puluhan
dollar). Produk berpindah dari perusahaan ke customer atau distributor.
Itulah sumber penghasilan dari MLM yang benar. Hanya cara
pendistribusiannya yang berbeda.
MLM bekerja
dalam hal yang berbeda dengan cara biasa, walaupun berbeda, hal itu
tidak menjadikannya illegal atau amoral atau salah. Hanya caranya saja
yang BERBEDA. Seperti halnya franchise berbeda dari retail biasa
(franchise pernah dianggap sebagai bentuk penipuan). Franchise bukanlah
penipuan, hanya satu bentuk dalam bisnis. Mengacu ke analogi yang sama,
MLM berbeda dari retail yang biasa dan franchising, tapi bisa menjadi
bentuk efektif dalam melakukan bisnis.
|