|
Psoriasis
adalah suatu
penyakit
radang kulit
yang kronis.
Penyakit ini
ditandai
dengan
bercak-bercak
merah dengan
sisik kasar
dan tebal.
Penyakit
tersebut
dianggap
sebagai
suatu
penyakit
gangguan
kekebalan
tubuh, yang
dipengaruhi
terutama
oleh sel T
(salah satu
jenis sel
darah
putih). Sel
T yang
teraktivasi
akan
berinteraksi
dengan sel
kulit
(terutama
keratinosit)
dan
mengakibatkan
pembentukan
kulit yang
tebal dan
bersisik.
Penyebab
penyakit ini
masih belum
diketahui,
tetapi para
peneliti
sudah
berhasil
menemukan
gen abnormal
yang
mengarah ke
pembentukan
psoriasis
pada
penderita.
Dengan
demikian
penyakit ini
mempunyai
risiko
menjadi
penyakit
keturunan.
Umumnya
psoriasis
tidak
membahayakan
jiwa
walaupun
sangat
mengganggu
kualitas
hidup.
Kehidupan
pribadi,
sosial, dan
pekerjaan
penderita
juga sangat
dipengaruhi
oleh
penyakit
jika
kelainan
kulitnya
mengenai
tempat
tertentu
(misalnya
muka,
telapak
tangan/kaki,
atau alat
kelamin).
Bila tidak
diobati
dengan
benar,
penyakit
bisa
mengalami
komplikasi
(penyakit
menjadi
lebih buruk)
seperti
psoriatic
eritroderma
(seluruh
kilit tubuh
menjadi
merah) atau
psoriasis
pustulosa
generalisata
(psoriasis
dengan
gelembung-gelembung
kecil berisi
nanah) yang
dapat
membahayakan
jiwa
penderita.
Demikian
pernyataan
dokter
spesialis
kulit RSCM
dr Benny
Wiryadi SpKK
dalam
simposium
bertajuk
“Cantik
Bersama
Psoriasis”
yang
berlangsung
di Jakarta,
baru-baru
ini.
Dikatakan
Benny,
selain
faktor
tersebut,
factor
lingkungan
dapat
memperburuk
penderita
psoriasis.
“Beberapa
keadaan
lingkungan
atau faktor
tertentu
dapat
memperburuk
atau
mencetuskan
psoriasis.
Seperti
stres, cuaca
dingin dan
kelembaban
rendah,
obat-obat
tertentu,
infeksi
(kuman
streptokokus,
HIV), trauma
(garukan,
gesekan),
alkohol dan
merokok.
Kesemuanya
itu
memungkinkan
seseorang
mengidap
psoriasis
yang
menurunkan
kualitas
hidup.
|